Bombana, rakyatnews.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai langkah konkret menekan harga kebutuhan pokok serta menjaga stabilitas pasokan barang di tengah masyarakat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, pada Sabtu, 5 mei 2025 di Kecamatan Rumbia.
Dalam sambutannya, Ahmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, utamanya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diiringi kenaikan harga bahan pokok.
“Pasar murah ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi. Ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat, apalagi menjelang Idul Adha, kebutuhan masyarakat meningkat,” ujar Ahmad Yani saat melaunching kegiatan tersebut di area pelataran Kantor Camat Rumbia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasar murah yang digelar di pusat kota ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum. Di antaranya, beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga daging beku. Seluruh komoditas tersebut disalurkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal maupun distributor resmi yang tergabung dalam forum pengendalian inflasi daerah.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah tidak hanya akan berlangsung di Rumbia saja, tetapi akan menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Bombana. Hal ini dilakukan agar manfaat kegiatan benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Kegiatan ini tidak hanya akan dilakukan di Rumbia saja, tapi akan dilaksanakan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bombana sebelum lebaran Idul Adha nanti,” tegas Ahmad Yani.
Di tempat yang sama, sejumlah warga menyambut antusias kehadiran pasar murah tersebut. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar, terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat harga bahan pokok mulai merangkak naik.
“Sangat membantu sekali, apalagi harga beras dan minyak sekarang mahal di pasar. Semoga sering-sering ada kegiatan seperti ini,” ujar Nurhayati, seorang ibu rumah tangga asal Rumbia yang ikut berbelanja di lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Bombana, yang turut hadir mendampingi pelaksanaan pasar murah, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari koordinasi intensif TPID bersama perangkat daerah serta stakeholder lain. Tujuannya adalah menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya lonjakan harga yang bisa memicu inflasi daerah.
“Melalui pasar murah, kami berharap distribusi bahan pokok dapat merata dan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap harga yang wajar. Ini juga sebagai bentuk stabilisasi ekonomi lokal,” ungkapnya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bulog, para camat, dan tokoh masyarakat. Selain transaksi jual beli, kegiatan pasar murah juga menjadi ajang edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan belanja rumah tangga secara bijak dan hemat.
Kegiatan Pasar Murah ini menjadi salah satu strategi daerah dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan barang pokok, serta menjaga inflasi dalam batas wajar. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan ekonomi lokal yang tangguh dan responsif terhadap dinamika sosial ekonomi.
Dengan semangat gotong royong dan perhatian terhadap kondisi riil di lapangan, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus menjalankan kebijakan pro-rakyat yang adaptif dan solutif. Pelaksanaan pasar murah di berbagai kecamatan direncanakan akan selesai sebelum 10 Zulhijjah 1446 H, atau paling lambat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha 2025.















