Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Balai Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Sulawesi Tenggara terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat capaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah di wilayah tersebut. Langkah strategis ini dilakukan melalui koordinasi dan monitoring langsung di lapangan bersama Kodim 1431/Bombana dan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Maret 2025.
Pertemuan yang berlangsung di Bombana ini menjadi ruang penting untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan. Kepala BSIP Sultra, Dr. Abdul Wahab, SP, MP menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani untuk memastikan target LTT bisa tercapai. BSIP akan mengawal setiap prosesnya di lapangan,” ujar Abdul Wahab dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum yang sama, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyampaikan dukungannya terhadap program LTT ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tanam padi tidak bisa dilepaskan dari kerja sama semua pihak, khususnya di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami di pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran. Namun yang paling penting adalah kolaborasi. Tanpa itu, target yang sudah ditetapkan sulit dicapai,” tegas Burhanuddin.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1431/Bombana yang turut menjadi bagian dalam strategi ini juga menyatakan kesiapan personelnya untuk turun langsung mendampingi petani. Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf. Andi Purnama, menegaskan peran penting Babinsa dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Babinsa akan kami libatkan secara aktif untuk mendampingi para petani. Ini adalah bentuk nyata kontribusi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan,” ucap Dandim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, La Ode Mansur, menjelaskan bahwa sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung suksesnya LTT. Di antaranya, penyediaan benih padi unggul, pupuk, hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani di berbagai kecamatan.
“Upaya kami tidak hanya berhenti pada perencanaan. Kami sudah menyalurkan bantuan dan memberikan pelatihan kepada petani. Harapannya, seluruh tahapan tanam bisa berjalan lancar dan hasil panen meningkat,” terang La Ode.
Usai koordinasi, tim BSIP Sultra bersama jajaran pemerintah daerah dan TNI juga melakukan monitoring langsung ke beberapa lahan pertanian aktif. Salah satunya di Kecamatan Poleang Utara yang saat ini tengah menjalankan tanam padi di atas lahan seluas 20 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari target LTT Kabupaten Bombana pada bulan Maret sebesar 2.250 hektare.
Monitoring langsung ke lapangan dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan seluruh bantuan dan intervensi program berjalan sesuai harapan. Selain itu, pemantauan ini juga menjadi sarana untuk mendengar langsung masukan dan kendala dari petani agar segera ditindaklanjuti.
Program LTT di Bombana tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi padi, tetapi juga untuk mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan kerjasama terpadu antara pemerintah, BSIP, TNI, dan petani, diharapkan Kabupaten Bombana dapat menjadi salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara.
Koordinasi dan sinergi seperti ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan sektor pertanian memerlukan pendekatan kolaboratif dan kehadiran langsung di lapangan. Dengan semangat gotong royong, target LTT padi sawah yang ambisius bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.















