Kendari, rakyatnews.id – Pemerintah pusat kembali menegaskan pentingnya percepatan tanam padi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara. Dalam Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) yang digelar secara hybrid (daring dan luring), Kementerian Pertanian mendorong seluruh kabupaten dan kota untuk mencapai target tanam sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P. Hadir secara luring Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, S.Ip., M.Si, serta perwakilan dari Korem 143/Haluoleo. Sementara itu, sejumlah kabupaten/kota, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, mengikuti rapat ini secara daring. Dari pihak Bombana, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hasbi, SP., M.M, turut hadir bersama tim.
Dalam arahannya, Dirjen Tanaman Pangan menekankan bahwa seluruh daerah harus berkomitmen penuh dalam mendorong perluasan areal tanam, terutama pada Februari dan Maret 2025. “Segera lakukan upaya percepatan perluasan areal tanam dan optimalkan seluruh alsintan yang ada saat ini. Lakukan juga identifikasi dan verifikasi kebutuhan sarana produksi pertanian untuk mempercepat realisasi LTT di bulan Maret, agar target yang diberikan dapat tercapai dengan baik,” tegas Yudi Sastro dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat, target luas tanam padi bulan Februari 2025 berada pada angka 30.047 hektare. Hingga akhir Februari, realisasi tanam telah mencapai 27.837 hektare atau sekitar 92 persen. Kepala dinas provinsi, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, berharap sisa target tersebut dapat segera diselesaikan dan target bulan Maret bisa terpenuhi secara optimal.
“Capaian 92 persen ini patut diapresiasi, namun kita harus terus bergerak cepat. Masih ada waktu untuk menyelesaikan kekurangan agar target tanam bisa kita capai bersama,” kata La Ode Muhammad.
Sejalan dengan hal itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana juga terus mendorong sinergi semua pihak di daerahnya. Kepala Dinas Pertanian Bombana menghimbau seluruh stakeholder, khususnya para penyuluh pertanian, untuk aktif berperan dalam mendorong peningkatan produktivitas padi di wilayah Bombana.
“Kami mengajak seluruh penyuluh pertanian dan mitra lainnya untuk bersama-sama meningkatkan kinerja di lapangan. Kolaborasi dan kerja nyata di level desa sangat menentukan keberhasilan target LTT di Kabupaten Bombana,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Bombana, Hasbi, SP., M.M, menambahkan bahwa Dinas Pertanian Bombana telah mulai memetakan kebutuhan saprodi yang diperlukan di musim tanam ini. Pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) secara maksimal juga menjadi salah satu strategi yang terus diupayakan untuk mendukung percepatan tanam.
Upaya ini dilakukan sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memastikan produksi pangan, khususnya beras, tetap stabil di tengah tantangan cuaca dan kondisi global. Pemerintah pusat berharap seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bombana, mampu menjaga kesinambungan produksi agar ketahanan pangan nasional tetap kuat.
Dinas Pertanian Bombana juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam setiap program strategis pertanian, utamanya yang menyangkut langsung produktivitas petani di daerah. Melalui pendekatan kolaboratif dan responsif, upaya mencapai target tanam padi tahun ini diharapkan bisa berjalan lancar dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan petani.
Rapat koordinasi ini sekaligus menjadi momentum refleksi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk lebih adaptif dan tanggap terhadap kebutuhan lapangan. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, optimisme menyambut musim tanam tahun ini terasa semakin nyata.















