Pelabuhan Sikeli Dibahas, Lalu Lintas Jadi Sorotan Utama

- Penulis

Thursday, 27 February 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar seminar bertema “Pengembangan Pelabuhan Sikeli” dengan fokus pada penilaian dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Kamis, 27 Februari 2025. Seminar yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes.

Dalam sambutannya, dr. Sunandar menekankan pentingnya pelaksanaan seminar sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan yang matang. Ia menyampaikan bahwa pengembangan Pelabuhan Sikeli, yang terletak di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, tidak hanya akan mendukung konektivitas antarwilayah, namun juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan pelabuhan harus mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan, kelancaran lalu lintas, dan dampak terhadap lingkungan. Jangan sampai pelabuhan ini nantinya justru menimbulkan persoalan baru dalam mobilitas masyarakat,” ujar Sunandar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelabuhan Sikeli direncanakan menjadi salah satu proyek strategis daerah, mengingat peran vital sektor transportasi laut dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dan memperlancar distribusi logistik antar wilayah di Kabupaten Bombana. Namun demikian, pembangunan infrastruktur besar seperti pelabuhan perlu didukung oleh kajian mendalam, salah satunya terkait dampak lalu lintas yang akan muncul.

Seminar ini menghadirkan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dan kapasitas teknis terhadap pembangunan pelabuhan, di antaranya Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana beserta seluruh Kepala Bidangnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Bagian Hukum Setda Bombana, serta Kasat Lantas Polres Bombana.

Selain itu, turut hadir pula tim konsultan dan penilai dokumen Andalalin, yaitu dr. Hariyati, ST., MT., dan La Ode Muhammad Rizal Mizani, ST., yang memaparkan langsung hasil kajian dampak lalu lintas berdasarkan desain teknis pelabuhan yang direncanakan. Keduanya membeberkan potensi risiko dan rekomendasi teknis untuk mengantisipasi kemacetan maupun konflik lalu lintas di kawasan pelabuhan nantinya.

“Tujuan utama dari dokumen Andalalin ini adalah untuk memastikan bahwa pelabuhan yang dibangun tidak menimbulkan beban tambahan pada sistem lalu lintas setempat. Justru harus bisa menciptakan akses yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” kata dr. Hariyati.

Diskusi berjalan interaktif dan produktif, di mana peserta seminar turut memberikan masukan atas dokumen dan desain yang ditampilkan. Para pemangku kepentingan juga berdiskusi mengenai skema penataan lalu lintas, pelebaran akses jalan, hingga integrasi transportasi antar moda yang dianggap penting dalam menunjang kelancaran operasional pelabuhan ke depan.

Kepala Dinas Perhubungan Bombana dalam paparannya menyatakan kesiapan dinasnya untuk berkolaborasi dengan semua pihak dalam menindaklanjuti hasil seminar. Menurutnya, aspek lalu lintas bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi salah satu kunci keberhasilan dari pengembangan pelabuhan.

“Jika semua tahapan kita lalui dengan matang, termasuk evaluasi Andalalin ini, maka pelabuhan yang dibangun akan benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui forum ini, Pemkab Bombana berharap lahirnya kesepahaman bersama dalam pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan lokal, serta mengedepankan keselamatan, efisiensi, dan ramah lingkungan. Seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun pelabuhan yang tidak hanya kokoh dari sisi konstruksi, tapi juga kuat dalam perencanaan sosial dan lingkungan.

Pelabuhan Sikeli sendiri diharapkan menjadi simpul ekonomi baru di wilayah Kabaena Barat yang akan mempermudah distribusi barang, meningkatkan akses wisata, dan membuka lapangan kerja. Proyek ini juga diyakini akan mendorong investasi dan mengurangi disparitas wilayah antara daratan dan kepulauan di Kabupaten Bombana.

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Gerakan Literasi Diperkuat, Bupati Bombana Luncurkan Sosialisasi Bunda Literasi
Banjir Rendam Tiga Desa, Polsek Poleang Timur Turun Tangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Wednesday, 25 March 2026 - 18:13 WITA

Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran

Wednesday, 25 March 2026 - 14:38 WITA

Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA