Bombana, rakyatnews — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang sosial, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Kabupaten Bombana. Kunjungan ini merupakan bagian dari program studi tiru guna menggali praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan dalam penyelenggaraan layanan sosial oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.
Rombongan Dinsos Provinsi yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara disambut hangat oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana beserta jajaran. Penyambutan berlangsung di ruang kerja Kepala Dinsos Bombana dan dihadiri oleh pejabat struktural serta staf teknis dari kedua instansi. Suasana penuh kekeluargaan tampak menyertai pertemuan tersebut, menciptakan ruang dialog yang cair dan produktif.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa kunjungan dari Dinsos Provinsi bukan hanya sebagai bentuk kepercayaan, namun juga sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antarlembaga sosial di Sulawesi Tenggara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas kunjungan ini. Semoga inovasi dan pendekatan pelayanan yang kami terapkan bisa menjadi referensi bermanfaat, sekaligus menjadi sarana tukar gagasan untuk mendorong pelayanan publik yang semakin baik di masa mendatang,” kata Kepala Dinsos Bombana.
Selama kunjungan berlangsung, jajaran Dinsos Provinsi Sultra mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai berbagai program prioritas yang telah dijalankan oleh Dinsos Bombana. Di antara program yang dipresentasikan adalah integrasi data kependudukan dalam penyaluran bantuan sosial, sistem layanan rujukan sosial, serta kerja sama lintas sektor dalam penanganan isu-isu sosial seperti kemiskinan ekstrem, stunting, lansia terlantar, anak terlantar, penyandang disabilitas, hingga respon kebencanaan.
Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa pihaknya sangat terkesan dengan sistem kerja dan inovasi yang telah dilakukan oleh Dinsos Bombana.
“Kami banyak belajar dari Dinas Sosial Bombana. Penataan sistem layanan dan pemanfaatan teknologi informasi di sini patut diapresiasi. Ini akan menjadi bahan pembelajaran kami di provinsi dan akan kami dorong untuk diterapkan di daerah lain,” ujarnya.
Sebagai bagian dari agenda studi tiru, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke beberapa fasilitas pelayanan sosial milik Dinsos Bombana. Mereka mengunjungi ruang layanan terpadu, gudang logistik bantuan bencana, dan ruang kerja pendamping sosial yang menunjukkan bagaimana koordinasi antarunit dilakukan secara efektif.
Kunjungan ini memberi gambaran nyata kepada para peserta studi tiru tentang pelaksanaan layanan sosial di lapangan, termasuk tantangan serta strategi yang diterapkan oleh Dinsos Bombana dalam menjangkau kelompok rentan dan masyarakat marjinal secara cepat dan tepat sasaran.
Tak hanya itu, dialog teknis yang terbangun selama kunjungan juga memperkuat hubungan kerja antarpegawai kedua lembaga. Kegiatan ini diyakini mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk penguatan pelayanan sosial, bukan hanya di Bombana, tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Studi tiru ini diharapkan menjadi awal dari terbentuknya jaringan komunikasi dan kemitraan antardinas sosial yang lebih solid dan berkelanjutan. Dengan semakin menguatnya sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah, diharapkan pelayanan sosial di Sulawesi Tenggara dapat tumbuh semakin inklusif, responsif, dan berkeadilan.
Kerja sama ini juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di sektor pelayanan publik, yang menuntut inovasi, efisiensi, serta adaptasi cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang dinamis. Dinsos Bombana melalui berbagai upayanya membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan berbasis data mampu menciptakan sistem pelayanan sosial yang lebih berdampak dan manusiawi.
Dengan berakhirnya kunjungan studi tiru ini, kedua pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi, saling berbagi praktik baik, dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung misi pelayanan sosial yang lebih baik di masa depan.















