Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pertanian mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.993.000.000 untuk pengadaan bibit ternak di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Rabu, 18 Juni 2025.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Anton Weda, mengatakan bahwa anggaran yang bersumber dari APBD ini akan digunakan untuk pengembangan beberapa jenis ternak. “Bibit yang akan didistribusikan meliputi ayam petelur, kambing, kerbau, sapi, dan itik petelur. Semua sudah melalui proses verifikasi dan validasi, termasuk kesiapan lahan,” ujar Anton saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian.
Menurut Anton, saat ini sudah terdata 13 proposal dari kelompok ternak ayam petelur, satu proposal untuk ternak itik petelur, satu untuk kerbau, empat untuk ternak sapi, dan lima proposal untuk kambing. Meskipun tidak merinci jumlah ternak yang akan disalurkan, ia memastikan bahwa seluruh pengajuan tersebut telah dinyatakan layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap kelompok ternak penerima bantuan diwajibkan menandatangani fakta integritas. Dokumen ini menjadi komitmen bersama agar bantuan yang diberikan dikelola dengan baik dan sesuai peraturan. “Kami ingin bantuan ini tidak hanya menjadi stimulan sesaat, tapi benar-benar mampu mendorong kemandirian peternak,” tegas Anton.
Lebih jauh ia menjelaskan, bantuan ini merupakan respons terhadap banyaknya kasus kematian ternak yang sempat terjadi akibat penyakit. “Kemarin itu banyak hewan ternak, terutama sapi, yang mati karena terpapar penyakit. Jadi pengadaan bibit ini menjadi langkah penting pemerintah daerah untuk menstabilkan kembali populasi ternak,” katanya.
Anton menekankan bahwa salah satu target dari program ini adalah pemenuhan kebutuhan telur lokal. Selama ini, sebagian besar kebutuhan telur Bombana masih dipasok dari luar daerah. “Kita berharap dari bantuan ini, kebutuhan telur kita bisa terpenuhi sendiri, dan tidak lagi bergantung dari luar. Itu akan membantu menekan inflasi harga telur dan daging,” imbuhnya.
Selain bantuan bibit, Dinas Pertanian juga akan memberikan pendampingan teknis kepada kelompok penerima, termasuk pelayanan kesehatan hewan. Upaya ini dimaksudkan agar ternak yang diterima benar-benar tumbuh sehat dan produktif. “Kami tidak hanya memberi bantuan lalu selesai begitu saja. Akan ada pembinaan rutin dan dukungan kesehatan hewan. Harapannya, kelompok-kelompok ini nantinya bisa mandiri dan berkelanjutan,” jelas Anton.
Saat ini, Dinas Pertanian menyebutkan bahwa seluruh dokumen administrasi pengadaan telah disiapkan dan tinggal menunggu proses selanjutnya. Jika tidak ada hambatan, pendistribusian bantuan direncanakan akan dimulai dalam waktu dekat.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebelumnya juga telah menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Ia menyatakan bahwa pembangunan sektor peternakan harus berjalan seimbang dengan sektor pertanian lainnya agar menciptakan ekonomi kerakyatan yang tangguh.
Dengan investasi hampir Rp5 miliar ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat menggerakkan perekonomian lokal melalui peternakan rakyat, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan pasokan daging dan telur yang stabil dan berkelanjutan di Bombana.















