Bombana, rakyatnews.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal kembali ditegaskan lewat kegiatan Panen Garam Bersama di Desa Wumbulasa, Kecamatan Kabaena Utara, Rabu, 9 April 2025.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. hadir langsung di tengah masyarakat, didampingi Forkopimda, TP PKK Bombana, Pj. Sekda, sejumlah kepala OPD, Camat Kabaena Utara, Kepala Desa Wumbulasa, serta ratusan warga setempat.
Di lokasi tambak milik warga, Bupati dan Wakil Bupati tidak hanya menyapa para petambak, tetapi juga ikut memanen garam secara simbolis. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moril dan politis terhadap petani garam lokal yang selama ini berjuang secara mandiri di wilayah pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bangga pada masyarakat Wumbulasa. Mereka mampu mengelola kekayaan alamnya, terutama sektor garam, secara berkelanjutan,” kata Bupati Burhanuddin saat memberi sambutan di lokasi panen.
Menurutnya, garam rakyat menjadi bagian penting dari ketahanan pangan dan tulang punggung ekonomi lokal. “Kehadiran kami hari ini bukan sekadar seremoni, ini bentuk nyata komitmen kami memperjuangkan kesejahteraan petambak,” ucapnya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Ahmad Yani menekankan bahwa sektor garam akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari bantuan alat panen, pelatihan kualitas produksi, penyediaan gudang penyimpanan, hingga dukungan pemasaran ke luar daerah.
“Kualitas garam Wumbulasa sangat menjanjikan. Kalau kita dukung bersama, garam Bombana bisa tembus pasar regional bahkan nasional,” ujar Ahmad Yani di hadapan warga.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berdialog langsung antara pemerintah dan masyarakat. Para petambak menyampaikan aspirasi mereka terkait kebutuhan sarana produksi, perbaikan infrastruktur tambak, persoalan distribusi hasil panen, hingga tantangan cuaca ekstrem yang kerap mengganggu proses produksi.
Sejumlah warga berharap Pemkab Bombana bisa menyediakan sistem irigasi tambak yang lebih baik dan memberikan pelatihan rutin kepada petambak pemula. Menanggapi hal ini, Bupati Burhanuddin menyatakan pemerintah akan mengkaji lebih lanjut dan memprioritaskan dukungan berdasarkan urgensi di lapangan.
“Prinsip kami jelas, masyarakat harus menjadi subjek pembangunan. Potensi desa seperti ini jangan hanya jadi cerita lokal, tapi harus berdampak nyata pada kesejahteraan,” tegasnya.
Panen garam ini tidak hanya menjadi momentum kebersamaan, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Bombana dalam membangun ekonomi desa berbasis potensi sumber daya lokal. Pemerintah berharap kegiatan serupa bisa digelar di desa-desa pesisir lain, agar produksi garam rakyat terus berkembang dan masyarakat semakin berdaya.
Dengan langkah nyata yang ditunjukkan melalui kehadiran langsung kepala daerah di lapangan, masyarakat kian optimis bahwa sektor garam lokal bisa tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi baru di Bombana.















