Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui tiga kecamatan di wilayah Kabaena menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 sebagai langkah strategis menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini dimulai di Kecamatan Kabaena Utara pada Jumat pagi, 21 Maret 2025, dilanjutkan pada Jumat siang di Kecamatan Kabaena Tengah, dan ditutup di Kecamatan Kabaena Barat pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Nomor 800.2.3/508/2025 tertanggal 11 Maret 2025, yang mengamanatkan pelaksanaan Musrenbang RKPD secara bertahap di seluruh kecamatan.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dalam sambutannya menyampaikan harapan agar forum Musrenbang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menghasilkan program pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berharap Musrenbang RKPD ini bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Apa yang diusulkan masyarakat harus mendapat ruang dalam perencanaan pembangunan, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga,” ujar Bupati Burhanuddin.
Dalam forum tersebut, berbagai perwakilan masyarakat secara aktif menyampaikan usulan terkait kebutuhan dasar dan penguatan sektor ekonomi lokal. Salah satu dinas teknis yang turut hadir dan memberikan respons konkret adalah Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.
Kehadiran Dinas Pertanian diwakili oleh Sub Koordinator Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Ade Lukman, SP., M.M. Dalam tanggapannya, Ade Lukman menyambut baik antusiasme masyarakat dan berkomitmen akan mengawal berbagai usulan pertanian yang telah masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Kami menerima banyak masukan, khususnya terkait Jalan Usaha Tani (JUT), bantuan ternak sapi, alat dan mesin pertanian, hingga bibit unggul seperti cengkeh dan aren. Semua usulan ini telah kami catat dan akan kami perjuangkan sesuai dengan skala prioritas dan visi daerah,” ungkap Ade Lukman kepada warga dalam forum tersebut.
Ia menambahkan bahwa fokus Dinas Pertanian akan tetap berpijak pada arah pembangunan yang telah dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Bombana, yakni peningkatan ekonomi berbasis agrominapolitan yang didukung oleh infrastruktur dan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Seluruh program yang kami jalankan akan sejalan dengan misi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kabaena ini,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik keterlibatan langsung OPD dalam forum Musrenbang. Mereka menilai, pola pendekatan langsung antara masyarakat dengan dinas terkait sangat membantu menyampaikan aspirasi secara terbuka dan transparan.
“Kami berharap apa yang kami usulkan tidak hanya tercatat, tapi benar-benar diwujudkan di tahun anggaran mendatang. Jalan tani dan bibit unggul sangat kami butuhkan,” kata Ramli, salah satu petani dari Kecamatan Kabaena Tengah.
Musrenbang RKPD tahun 2026 di wilayah Kabaena menjadi cerminan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menyusun prioritas pembangunan yang berkelanjutan. Dengan menjaring langsung masukan dari warga, pemerintah daerah berharap dapat menyusun dokumen perencanaan yang lebih relevan dan berpihak pada kebutuhan nyata di lapangan.















