Akses Jalan Terputus Akibat Longsor, Dinas PUPR Bombana Gerak Cepat Buka Jalur

- Penulis

Tuesday, 11 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bombana selama beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya tanah longsor di sejumlah titik. Salah satu yang paling terdampak adalah ruas Jalan Poros Lamoare–Lemo, Kecamatan Poleang Tenggara, yang tertutup material longsoran sehingga menghambat aktivitas warga dan arus kendaraan.

Peristiwa longsor terjadi setelah hujan mengguyur kawasan perbukitan tersebut selama beberapa jam tanpa henti. Material tanah dari lereng menutup badan jalan utama yang masih berupa perkerasan tanah, membuat kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas.

Menanggapi kondisi ini, tim Operasional Pemeliharaan (OP) Jalan dari Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana langsung turun tangan melakukan evakuasi material longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami langsung menurunkan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer untuk mempercepat proses pembersihan. Dalam beberapa jam saja, satu jalur sudah bisa kami buka untuk kendaraan roda dua dan empat,” ujar Syamsuar, petugas lapangan dari tim OP Jalan, saat ditemui di lokasi longsor, Selasa (11/3/2025).

Selain mengandalkan alat berat, proses pembersihan juga dibantu secara manual oleh tim gabungan serta masyarakat sekitar, terutama pada titik-titik yang sulit dijangkau oleh mesin. Sinergi antara petugas dan warga menjadi faktor penting dalam percepatan pembukaan akses jalan yang sempat lumpuh total selama beberapa jam.

“Saat alat berat bekerja, warga juga ikut turun membantu secara sukarela, membersihkan puing-puing dan lumpur dengan peralatan seadanya. Ini bentuk solidaritas yang patut diapresiasi,” imbuh Syamsuar.

Pihak Dinas PUPR Bombana pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Terlebih, wilayah Poleang Tenggara dikenal memiliki kontur tanah perbukitan dengan vegetasi yang mulai berkurang akibat alih fungsi lahan.

“Kami mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melintasi jalur ini saat hujan deras, karena risiko longsor masih ada. Lebih baik menunggu informasi dari petugas atau mencari jalur alternatif sementara,” katanya.

Sampai saat ini, proses pembersihan jalan masih terus berlangsung agar seluruh ruas bisa kembali berfungsi normal. Tim teknis dari PUPR Bombana juga mulai melakukan kajian teknis untuk menyiapkan langkah-langkah jangka panjang yang bisa meminimalkan risiko bencana serupa di masa depan.

Beberapa upaya yang sedang dirancang antara lain pembangunan tembok penahan tanah (retaining wall) di titik-titik rawan longsor serta pembenahan sistem drainase untuk mempercepat aliran air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Upaya tanggap darurat ini tidak hanya berhenti pada pembersihan material longsor, tapi juga diikuti dengan evaluasi teknis dan pembangunan fisik secara bertahap. Ini penting agar kita bisa lebih siap menghadapi musim penghujan berikutnya,” jelas seorang pejabat teknis dari Bidang Bina Marga PUPR Bombana.

Pemerintah setempat juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif dalam proses penanganan bencana ini. Sinergi antara warga dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam.

Warga yang tinggal di sekitar jalur rawan longsor diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda awal potensi longsor, seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tidak biasa.

Musim hujan yang masih berlangsung menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Namun, kesiapsiagaan yang dibangun bersama diharapkan dapat mengurangi dampak dan kerugian dari bencana hidrometeorologi yang setiap tahun menghantui wilayah pegunungan dan lereng curam di Bombana.

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Gerakan Literasi Diperkuat, Bupati Bombana Luncurkan Sosialisasi Bunda Literasi
Banjir Rendam Tiga Desa, Polsek Poleang Timur Turun Tangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Wednesday, 25 March 2026 - 18:13 WITA

Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran

Wednesday, 25 March 2026 - 14:38 WITA

Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA