Bombana Hadiri Rakor Inflasi, Kemendagri Tegaskan Sanksi bagi Kepala Daerah yang Abaikan Program Strategis

- Penulis

Tuesday, 17 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Penjabat Sekretaris Daerah dr. H. Sunandar, M.M.Kes bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan unsur Forkopimda, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui zoom meeting dari Ruang Rapat Measa Laro Lantai 2 Setda Bombana, Senin, 16 Juni 2025.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si dari Ruang Sidang Utama Kemendagri di Jakarta. Dalam arahannya, Tomsi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan realisasi Program Strategis Nasional, terutama program “Makan Bergizi Gratis” yang digagas Presiden RI.

“Jangan sampai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis tidak berjalan maksimal hanya karena keterlambatan administrasi di daerah. Kami mohon atensinya. Program prioritas Bapak Presiden ini memiliki dampak hukum atau sanksi bagi kepala daerah yang tidak melaksanakannya,” tegas Tomsi dalam forum nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemahaman kepala daerah terhadap indikator ekonomi menjadi penentu keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, kepala daerah diminta tidak hanya memantau pasar secara pasif, melainkan juga terlibat aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pasokan pangan di wilayah masing-masing.

“Penguasaan terhadap indikator ekonomi, termasuk inflasi dan fluktuasi harga komoditas pangan, sangat penting. Kepala daerah tidak bisa bekerja hanya dari balik meja, tapi harus memahami dinamika pasar,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, isu inflasi menjadi sorotan utama. Pemerintah pusat mendorong seluruh daerah untuk meningkatkan langkah konkret dalam pengendalian inflasi, terutama yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit. Kemendagri meminta setiap daerah melakukan intervensi langsung bila terjadi gejolak harga, serta memperbarui data harga secara berkala dan akurat.

Langkah-langkah tersebut menurut Tomsi, menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kestabilan ekonomi di tingkat lokal. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, langkah preventif dan responsif di daerah menjadi kunci untuk memperkecil dampak negatif terhadap masyarakat.

Rakor ini juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan program prioritas nasional. Kemendagri menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor serta penggunaan data yang tepat untuk pengambilan kebijakan di daerah. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat peran TPID dalam merumuskan langkah pengendalian harga dan distribusi barang kebutuhan pokok secara efektif.

Pemerintah Kabupaten Bombana, melalui keikutsertaannya dalam rakor ini, menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mendukung pelaksanaan program strategis nasional. Kehadiran TPID dan Forkopimda di forum tersebut menandai keseriusan daerah dalam merespons tantangan inflasi yang dinamis serta pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk menyukseskan kebijakan pemerintah pusat.

Rapat ini juga memperkuat arahan sebelumnya dari Presiden RI terkait percepatan belanja pemerintah dan penguatan jaringan distribusi bahan pokok di daerah. Pemerintah daerah diimbau untuk mempercepat proses anggaran, menghindari stagnasi birokrasi, dan memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan pangan murah bagi masyarakat.

Dengan pendekatan partisipatif dan data-driven, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga aktor penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial. Rakor inflasi ini menjadi refleksi bagaimana pemerintah pusat dan daerah bersinergi menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Gerakan Literasi Diperkuat, Bupati Bombana Luncurkan Sosialisasi Bunda Literasi
Banjir Rendam Tiga Desa, Polsek Poleang Timur Turun Tangan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Wednesday, 25 March 2026 - 18:13 WITA

Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran

Wednesday, 25 March 2026 - 14:38 WITA

Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA