Polda Sultra Dukung Lomba Pangan Pekarangan Lestari di Bombana

- Penulis

Monday, 26 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Dukungan lintas sektor terhadap upaya penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat kembali terlihat dalam pelaksanaan Lomba Pangan Pekarangan Lestari (P2L) yang digelar di Desa Margajaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, dan menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, serta kelompok masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan keluarga.

Lomba P2L ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., yang hadir sebagai tim pendamping kegiatan sekaligus memberikan sambutan resmi. Dalam keterangannya, Safruddin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat masyarakat Desa Margajaya yang telah aktif mengelola lahan pekarangan menjadi sumber pangan mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui lomba P2L ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kemandirian pangan mulai dari lingkungan rumah. Kami juga sangat mengapresiasi dukungan dari Polda Sultra dalam kegiatan ini,” ujar Safruddin dalam sambutannya di hadapan peserta dan tamu undangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran tim dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polda Sultra, Kompol Susanto, S.I.K. Keterlibatan institusi kepolisian menunjukkan adanya kesadaran dan dukungan bersama terhadap pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan dan keamanan sosial di tingkat desa.

Kompol Susanto dalam pernyataannya menegaskan bahwa Polda Sultra siap mendukung program-program masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemandirian. “Kami hadir di sini sebagai bentuk komitmen bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan satu sektor saja. Ini adalah tanggung jawab bersama, termasuk kami dari kepolisian,” ujarnya.

Tak hanya unsur pemerintah dan kepolisian, kegiatan ini juga diwarnai partisipasi aktif para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Tercatat empat KWT binaan Polres Bombana di Desa Margajaya turut serta dalam lomba tersebut, memperlihatkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan pembina lapangan dalam menyukseskan gerakan pangan lestari.

Lomba P2L ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Model pertanian rumah tangga seperti ini dianggap strategis karena langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Pekarangan bukan hanya tempat menanam sayur, tetapi juga simbol kemandirian keluarga. Kalau satu rumah bisa memenuhi sebagian kebutuhannya dari pekarangan, itu sudah langkah besar dalam ketahanan pangan,” ujar Safruddin saat meninjau salah satu lahan pekarangan milik warga.

Selain menilai kesiapan dan keberlanjutan pekarangan, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bersama. Peserta mendapat pendampingan teknis mengenai pengelolaan tanaman pangan yang efisien, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik, hingga strategi menghadapi musim kemarau dengan sistem tanam yang adaptif.

Safruddin menambahkan bahwa program P2L telah menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan ketahanan pangan nasional yang berbasis rumah tangga. Ia berharap gerakan ini tak hanya berhenti di lomba, melainkan menjadi kebiasaan dan budaya baru dalam pengelolaan pangan keluarga.

Dengan pendekatan yang kolaboratif dan partisipatif, lomba P2L di Margajaya menjadi contoh konkret bagaimana penguatan pangan lokal dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, namun berdampak besar. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat direplikasi di desa-desa lain, sekaligus menginspirasi tumbuhnya kesadaran baru tentang pentingnya ketahanan pangan dari rumah sendiri.

Kegiatan ditutup dengan penilaian lapangan oleh tim juri gabungan serta pemberian apresiasi kepada peserta yang dinilai berhasil dalam aspek kreativitas, keberlanjutan, dan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Gerakan Literasi Diperkuat, Bupati Bombana Luncurkan Sosialisasi Bunda Literasi
Banjir Rendam Tiga Desa, Polsek Poleang Timur Turun Tangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Wednesday, 25 March 2026 - 18:13 WITA

Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran

Wednesday, 25 March 2026 - 14:38 WITA

Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA