Bombana, rakyatnews.id — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana menggelar aksi kerja bakti massal dalam rangka mendukung Gerakan Berani Bersih Wonuaku, Jumat (16/6/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Taman Moico dan sekitarnya ini melibatkan puluhan pegawai Distan, sebagai bentuk nyata komitmen terhadap kebersihan lingkungan dan ruang publik yang nyaman.
Pembersihan menyasar beberapa titik strategis, termasuk kawasan pesisir Kampung Baru dan halaman Kantor Distan Bombana. Area rumput yang mulai rimbun dirapikan menggunakan mesin pemotong rumput dan sabit, lalu dilanjutkan dengan penyemprotan herbisida untuk menekan pertumbuhan gulma. Upaya ini merupakan bagian dari gerakan kolektif menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ruang publik bersama.
“Kegiatan ini bukan hanya soal mempercantik taman. Kami ingin menunjukkan bahwa taman dan ruang publik adalah tanggung jawab bersama. Lewat aksi ini, kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk ikut peduli,” kata Kepala Distan Bombana, Syarif, saat ditemui di sela-sela kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Syarif, kerja bakti ini juga selaras dengan semangat 100 hari kerja Bupati Bombana, Burhanuddin, dan Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani. Salah satu fokus utama dari program tersebut adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.
“Ini bagian dari edukasi visual bagi warga. Kalau pegawai saja turun langsung membersihkan, tentu harapannya masyarakat juga bisa ikut merasa bertanggung jawab. Kami ingin kegiatan ini menular ke semua lini,” lanjut Syarif.
Gerakan Berani Bersih Wonuaku dirancang sebagai inisiatif berkelanjutan. Distan Bombana berencana melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah titik prioritas lainnya, terutama lokasi-lokasi yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan hijau di daerah ini. Dengan pendekatan partisipatif, pemerintah daerah berharap gerakan ini tidak hanya berlangsung musiman, tetapi menjadi budaya baru masyarakat Bombana.
Tak hanya pegawai internal, Distan juga berencana mengajak pelajar, kelompok tani, dan komunitas lokal untuk berperan serta dalam kerja bakti berikutnya. Gerakan ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat secara sosial.
“Bersih itu bukan urusan satu instansi. Ini soal kebersamaan dan rasa memiliki terhadap daerah kita. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat dampaknya. Kita ingin menciptakan perubahan dari hal kecil yang bisa dilakukan siapa saja,” tambah Syarif.
Sementara itu, masyarakat sekitar Taman Moico menyambut baik kegiatan ini. Beberapa warga tampak ikut membantu membersihkan taman dan mengapresiasi langkah pemerintah yang turun langsung ke lapangan. Mereka berharap gerakan ini bisa terus dilakukan secara rutin dan menyasar wilayah pemukiman juga.
“Kita jadi semangat kalau lihat pegawai saja turun tangan. Harapannya jangan cuma taman, tapi juga di kampung-kampung,” ujar Aminah, salah satu warga Kampung Baru yang ikut membantu kerja bakti.
Dengan pelibatan lintas elemen, Pemerintah Kabupaten Bombana ingin menjadikan gerakan ini sebagai simbol kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kualitas hidup. Ruang publik yang bersih bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial yang sehat dan menyenangkan.
Gerakan Berani Bersih Wonuaku kini menjadi wajah baru semangat gotong royong di Bombana, sekaligus bentuk konkret dari pelayanan publik yang mengedepankan kebermanfaatan bagi seluruh warga. Pemerintah daerah berharap gerakan ini bisa menjadi inspirasi dan ditiru oleh OPD lainnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.















