Bombana, rakyatnews.id – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi kerja bakti massal yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh perangkat daerah, Jumat, 23 Mei 2025.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2025-2030 yang mengusung slogan “Berani Bersih Wonuaku”. Program ini menjadi salah satu prioritas utama di awal masa jabatan pasangan kepala daerah tersebut, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kerapian lingkungan.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Bupati Burhanuddin sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan program. Ia hadir di beberapa lokasi pembersihan yang tersebar di wilayah perkotaan, menyapa langsung para ASN, perangkat daerah, camat, lurah, serta masyarakat yang turut berpartisipasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni. Kami ingin membangun budaya hidup bersih dan tertib yang dimulai dari hal sederhana. Pemerintah hanya menjadi pemicu, yang utama adalah keterlibatan warga. Ini bukan semata program pemerintah, tapi gerakan masyarakat Bombana,” ujar Burhanuddin saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Gerakan “Berani Bersih Wonuaku” melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk aparatur kecamatan dan kelurahan. Mereka turun langsung membersihkan saluran air, mengangkut sampah, memotong rumput liar, hingga menata kembali ruang-ruang publik yang selama ini luput dari perhatian.
Menurut Bupati, aksi kolektif ini bertujuan membangun tanggung jawab bersama, memperkuat semangat gotong royong, dan menciptakan ruang hidup yang lebih layak bagi masyarakat Bombana. Ia menekankan bahwa kebersihan bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan atau instansi tertentu, tetapi merupakan tugas seluruh elemen masyarakat.
“Kalau kita ingin Bombana ini bersih dan nyaman, maka kita semua harus ikut bergerak. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dengan kolaborasi, hasilnya pasti lebih besar,” kata Burhanuddin.
Kegiatan kerja bakti massal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang secara sukarela ikut membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah dan fasilitas umum. Tidak hanya di kawasan perkotaan, semangat gotong royong juga terlihat di kecamatan-kecamatan lain yang turut menggelar aksi serupa secara serentak.
Program “Berani Bersih Wonuaku” disebut tidak akan berhenti hanya dalam rangkaian 100 hari kerja. Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan bahwa gerakan ini akan menjadi program berkelanjutan. Rencananya, kegiatan serupa akan dijadwalkan secara rutin dengan melibatkan masyarakat, sekolah, dan komunitas-komunitas lokal.
“Ini baru awal. Kami ingin gerakan ini menjadi budaya baru di tengah masyarakat kita. Kita ingin Bombana menjadi kabupaten yang dikenal bukan hanya karena keindahannya, tapi juga karena kesadaran warganya akan kebersihan,” tambah Burhanuddin.
Pemerintah daerah juga akan menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi masyarakat, untuk memperkuat program ini. Dalam waktu dekat, Pemkab Bombana akan menyusun regulasi pendukung dan sistem monitoring yang memastikan kegiatan ini berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Dengan program ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Terkadang, perubahan dimulai dari langkah kecil: keberanian untuk bersih.















