Bombana, rakyatnews.id – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menggelar Pelatihan Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN). Kegiatan ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2025–2030, yakni “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.”
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Rusdiamin, yang mewakili Bupati, dan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rumbia Tengah, Kamis, 15 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Rusdiamin menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan serta keselamatan para nelayan dalam menjalankan aktivitas di laut.
“Sertifikasi keahlian ini diberikan kepada para nakhoda dan awak kapal perikanan. Diharapkan sosialisasi dan pelatihan ini bisa meningkatkan hasil tangkapan dan sekaligus memperhatikan aspek keselamatan kerja di laut,” ujar Rusdiamin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa sertifikasi kecakapan ini tidak hanya memenuhi aspek legalitas, tetapi juga menjadi kebutuhan mendasar dalam menjamin keselamatan dan profesionalitas nelayan di Bombana.
“Melalui pelatihan ini, para nelayan akan lebih memahami pentingnya keselamatan pelayaran, teknik navigasi dasar, serta penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan nelayan dari berbagai kecamatan di Bombana ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Perikanan Kabupaten Bombana dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dan Kepolisian Perairan dan Udara Bombana.
Kepala Dinas Perikanan Bombana, Ir. Muhammad Siarah, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional untuk meningkatkan legalitas dan perlindungan kerja bagi nelayan.
“Sertifikasi ini adalah langkah awal dalam proses modernisasi nelayan tradisional ke arah yang lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan,” ucap Muhammad Siarah.
Ia juga menyampaikan bahwa para peserta akan mendapatkan pembekalan menyeluruh tentang keselamatan di laut, penanganan darurat, penggunaan alat tangkap secara legal, serta informasi hukum perikanan yang perlu dipahami oleh nelayan.
Kehadiran sejumlah pejabat dalam kegiatan ini, seperti Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Komandan Pos Kepolisian Perairan dan Udara Bombana, dan Camat Rumbia Tengah, mempertegas komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing nelayan lokal.
Pemerintah berharap pelatihan ini mampu membekali para nelayan dengan pengetahuan dan keterampilan baru agar mampu menghadapi tantangan perikanan yang semakin kompleks. Selain itu, pendekatan edukatif ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi nelayan muda yang sadar hukum, peduli lingkungan, dan memiliki semangat inovasi dalam mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Nelayan kita adalah tulang punggung ketahanan pangan laut. Jika mereka kuat, maka ekonomi pesisir juga ikut kuat,” ujar Rusdiamin menutup sambutannya.
Kegiatan pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, dengan sesi teori dan praktik yang dirancang komprehensif. Para peserta akan menjalani evaluasi sebagai bagian dari proses sertifikasi yang diakui secara nasional.
Dengan pelatihan ini, Kabupaten Bombana berharap para nelayan tidak hanya menjadi pelaku usaha perikanan yang tangguh, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga ekosistem laut dan menciptakan perikanan yang berkelanjutan.















