Kolaka, rakyatnews.id — Ribuan peserta memadati ruas jalan utama di Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, dalam ajang “Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61” yang digelar pada Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara dan berlangsung semarak dengan nuansa persaudaraan yang kuat di antara warga dan pemangku kepentingan.
Kegiatan lari santai ini tak hanya menyedot antusiasme masyarakat umum, tetapi juga dihadiri oleh para pemimpin daerah dari seluruh penjuru Sultra. Salah satunya adalah Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., yang turut bergabung di tengah kerumunan pelari dan menebar semangat kebersamaan.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang hadir langsung dalam kegiatan ini mengatakan, Fun Run ini adalah simbol dari persatuan yang terjaga di antara pemerintah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin memperlihatkan bahwa perbedaan daerah tidak menghalangi semangat kita untuk bersatu demi Sulawesi Tenggara yang lebih maju,” ucap Gubernur Sumangerukka kepada awak media usai acara.
Mengusung konsep harmoni dan kebugaran, rute Fun Run menyusuri kawasan pusat kota Kolaka yang pagi itu berubah menjadi lautan manusia. Para peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, semua larut dalam semangat HUT Sultra yang ke-61.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi antardaerah dan meningkatkan semangat hidup sehat.
“Kita butuh ruang-ruang yang mempertemukan banyak pihak dalam suasana gembira. Ini bentuk nyata bagaimana olahraga bisa jadi jembatan kebersamaan,” ujar Burhanuddin saat ditemui di garis finis.
Tak hanya menyehatkan, acara ini juga dikemas sebagai pesta rakyat. Setelah lari santai, peserta dan masyarakat disuguhi beragam hiburan mulai dari pentas seni budaya, live music, hingga pembagian doorprize menarik yang menambah kemeriahan suasana. Penampilan seni tradisional dari berbagai daerah di Sultra turut memberi warna tersendiri, menampilkan ragam kekayaan budaya Bumi Anoa.
“Ini bukan sekadar acara lari. Ini adalah bentuk kebersamaan kita semua sebagai masyarakat Sultra. Pemerintah daerah dan provinsi bersatu untuk menghibur, memotivasi, dan memberi energi positif kepada warga,” ujar Ketua Panitia HUT Sultra 61, Fajar Nugraha.
Kegiatan Fun Run ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan lintas daerah dalam membangun atmosfer yang inklusif dan produktif. Pemerintah Kabupaten Kolaka selaku tuan rumah, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta dukungan dari kabupaten/kota se-Sultra, menunjukkan kekompakan yang menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini adalah kekuatan kita. Kami ingin tunjukkan bahwa Sultra itu satu rumah besar yang damai dan maju bersama,” tambah Fajar.
Selain perayaan fisik di lapangan, Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61 juga menjadi ajang ekspresi budaya dan sportivitas. Semangat sportivitas yang dijunjung tinggi dalam kegiatan ini seolah menjadi cermin nilai-nilai yang ingin diusung dalam pembangunan Sulawesi Tenggara ke depan—bahwa kemajuan hanya bisa dicapai bila masyarakat dan pemerintah berjalan beriringan.
Acara ini juga menjadi ruang strategis bagi promosi wisata dan ekonomi lokal. Sejumlah UMKM turut ambil bagian dengan membuka stand makanan, minuman, hingga kerajinan tangan khas Sulawesi Tenggara yang menarik perhatian peserta dari luar daerah.
Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan seperti ini menjadi simbol bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga pembangunan jiwa sosial dan kultural masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong kegiatan-kegiatan inklusif semacam ini sebagai bagian dari penguatan identitas daerah yang beragam, namun tetap satu dalam semangat.
HUT Sultra ke-61, melalui gelaran Fun Run ini, telah menegaskan pentingnya sinergi, semangat sehat, dan cinta daerah sebagai modal sosial yang tidak bisa diabaikan. Di tengah tantangan pembangunan yang kompleks, momen-momen seperti ini adalah pengingat bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama Sulawesi Tenggara.















