DPRD Bombana Kritik Keras BPBD. Banjir Terus Terjadi, Tak Ada Aksi Nyata

- Penulis

Sunday, 6 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, Rakyatnews.id –  Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bombana, menyebabkan kerusakan serta kerugian bagi masyarakat. Dalam situasi krisis ini, suara keras muncul dari legislatif. Anggota DPRD Bombana, Yudi Utama Arsyad, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, yang dinilai gagal memberikan solusi nyata.

Yudi sapaan akrab nya  menilai bahwa  dalam kurug waktu selama dua tahun terakhir BPBD hanya melakukan kajian teknis tanpa tindak lanjut yang jelas di lapangan.

“Tugas BPBD hanya kaji cepat pada saat banjir ya?! Setiap banjir hanya turun kaji dan kaji, kalau tidak mampu bekerja, bubar saja. Biar Dinas PU saja yang tangani,” tegas Yudi dalam rapat terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Legislator asal partai Bulan Bintang [PBB ] ini menilai pemerintah daerah khususnya BPBD   terlalu banyak melakukan pendekatan seremonial tanpa implementasi kebijakan konkret. Kondisi semacam ini tentu   makin , memperburuk nasib warga yang  setiap  tahun terdampak banjir namun tak kunjung mendapat solusi jangka panjang.

“Kaji-kaji selama dua tahun, realisasinya kapan? BPBD hanya pegang anggaran besar, tapi tidak ada hasil,” ujarnya.

 lebih lanjut Yudi juga menyoroti penanganan banjir tahun lalu di Kecamatan Poleang Utara, di mana lebih dari 200 rumah warga terendam Banjir saat itu, Kehadiran Badan Penanggulangan Bencana di lokasi  banjir tentu memberikan harapan bagi masyarakat  namun  pada kenyataan nya tidak sesuai harapan. Kehadiran  BPBD  di lokasi banjir saat itu  hanya datang untuk dokumentasi tanpa kelanjutan aksi nyata.

“BPBD telah turun lincah, berfoto, berdokumentasi. Setelah itu tiada lagi, katanya ini kerjaan PU,” jelasnya dengan nada kecewa.

Menurut yudi  jika hal ini terus di biarkan tampa ada solusi jangka panjang itu akan berakibat fatal di kemudian hari sehinga   Ia pun menyarankan Kepala BPBD Bombana untuk mengundurkan diri apabila tidak mampu bekerja secara efektif.

“Kalau tidak mampu bekerja, mundur saja. Tidak rugi daerah Bombana kalau bapak mundur, daripada hanya sebagai gaya-gayaan,” tegas Yudi.

Menurutnya, BPBD harus tampil sebagai institusi yang tangguh, responsif, dan proaktif dalam menangani bencana, bukan sekadar simbol kehadiran negara.

“BPBD bukan tempat latihan polisi-polsian, tapi lembaga aksi. Harus kerja nyata, bukan hanya laporan dan pencitraan,” pungkasnya.

penulis  :  fd

Editor   :  Redaksi Rakyatnews.id

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Berita ini 413 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 01:52 WITA

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 12:29 WITA

Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA