Bombana, Rakyatnews.id – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bombana, menyebabkan kerusakan serta kerugian bagi masyarakat. Dalam situasi krisis ini, suara keras muncul dari legislatif. Anggota DPRD Bombana, Yudi Utama Arsyad, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, yang dinilai gagal memberikan solusi nyata.
Yudi sapaan akrab nya menilai bahwa dalam kurug waktu selama dua tahun terakhir BPBD hanya melakukan kajian teknis tanpa tindak lanjut yang jelas di lapangan.
“Tugas BPBD hanya kaji cepat pada saat banjir ya?! Setiap banjir hanya turun kaji dan kaji, kalau tidak mampu bekerja, bubar saja. Biar Dinas PU saja yang tangani,” tegas Yudi dalam rapat terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Legislator asal partai Bulan Bintang [PBB ] ini menilai pemerintah daerah khususnya BPBD terlalu banyak melakukan pendekatan seremonial tanpa implementasi kebijakan konkret. Kondisi semacam ini tentu makin , memperburuk nasib warga yang setiap tahun terdampak banjir namun tak kunjung mendapat solusi jangka panjang.
“Kaji-kaji selama dua tahun, realisasinya kapan? BPBD hanya pegang anggaran besar, tapi tidak ada hasil,” ujarnya.
lebih lanjut Yudi juga menyoroti penanganan banjir tahun lalu di Kecamatan Poleang Utara, di mana lebih dari 200 rumah warga terendam Banjir saat itu, Kehadiran Badan Penanggulangan Bencana di lokasi banjir tentu memberikan harapan bagi masyarakat namun pada kenyataan nya tidak sesuai harapan. Kehadiran BPBD di lokasi banjir saat itu hanya datang untuk dokumentasi tanpa kelanjutan aksi nyata.
“BPBD telah turun lincah, berfoto, berdokumentasi. Setelah itu tiada lagi, katanya ini kerjaan PU,” jelasnya dengan nada kecewa.
Menurut yudi jika hal ini terus di biarkan tampa ada solusi jangka panjang itu akan berakibat fatal di kemudian hari sehinga Ia pun menyarankan Kepala BPBD Bombana untuk mengundurkan diri apabila tidak mampu bekerja secara efektif.
“Kalau tidak mampu bekerja, mundur saja. Tidak rugi daerah Bombana kalau bapak mundur, daripada hanya sebagai gaya-gayaan,” tegas Yudi.
Menurutnya, BPBD harus tampil sebagai institusi yang tangguh, responsif, dan proaktif dalam menangani bencana, bukan sekadar simbol kehadiran negara.
“BPBD bukan tempat latihan polisi-polsian, tapi lembaga aksi. Harus kerja nyata, bukan hanya laporan dan pencitraan,” pungkasnya.
penulis : fd
Editor : Redaksi Rakyatnews.id
















