Kabaena, Rakyatnews.id – Aktivitas pengangkutan hasil laut di Pulau Kabaena kembali menjadi perhatian masyarakat, menyusul beredarnya informasi terkait sebuah mobil truk yang diduga membawa ubur-ubur dalam jumlah besar dan melintas di jalan raya utama wilayah tersebut.
Warga menilai aktivitas tersebut tidak sesuai standar keselamatan transportasi, terutama karena truk tersebut terlihat tidak menggunakan perlengkapan pengamanan yang memadai.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi pengguna jalan serta risiko pencemaran lingkungan jika terjadi kebocoran muatan.
Truk tersebut dilaporkan melintas pada Rabu, 20 November 2025. Beberapa warga yang berada di sekitar jalur lintas utama menyebut aroma tidak sedap mulai tercium ketika kendaraan tersebut melintas, sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menimbulkan bau, kebocoran cairan dari muatan ubur-ubur juga dikhawatirkan dapat membuat jalan menjadi licin dan memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintasi jalur tersebut.
“Kami khawatir jika muatannya tumpah atau bocor, karena dapat menimbulkan bau dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar salah satu warga yang enngan menyebut namanya
Atas kejadian itu, masyarakat meminta pemerintah kecamatan bersama instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan terhadap kendaraan dimaksud, termasuk memastikan legalitas pengangkutan dan penerapan standar keselamatan. Warga juga berharap adanya sosialisasi kepada pelaku usaha agar mematuhi aturan yang berlaku demi menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Pulau Kabaena.
Penulis : Egy
Editor : Redaksi Rakyatnews.id















