Bombana,Rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana terus mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi kebun hortikultura melalui partisipasi aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini ditegaskan dalam Rapat Persiapan Lahan Kebun OPD yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, yang dipimpin lansung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda dan dihadiri para kepala OPD. pada rabu 2 Juli 2025
Rapat yang di laksanakan di aula kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana tersebut, disepakati bahwa setiap OPD wajib mengelola lahan seluas satu hektare, yang berasal dari lahan tidur yang telah tidak terolah selama dua hingga tiga tahun, atau lahan baru yang akan dibuka. Tujuannya, untuk meningkatkan ketersediaan pangan serta mengoptimalkan aset sumber daya lokal yang selama ini terbengkalai.
“Setiap OPD tidak hanya diwajibkan membuka lahan, tetapi juga mengelolanya secara aktif dengan dukungan tenaga kerja dari kelompok tani hortikultura setempat,” ujar Plh. Sekda dalam arahannya. Ia juga menyampaikan bahwa kebun ini harus dijadikan contoh kemandirian pangan di lingkungan pemerintahan daerah’
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas pertanian Kabupaten Bombana, Syarif.S.H .mengungkapkan bahwa Untuk mendukung inisiatif ini, anggaran pengolahan lahan disiapkan sebesar Rp7 juta per OPD, dan biaya operasional bulanan sebesar Rp15 juta.
Sementara itu Dinas Pertanian akan menyediakan bibit bawang sebanyak 50 kilogram per OPD. Bila masih kurang, maka OPD masing-masing wajib menambah bibit secara mandiri.
Lebih lanjut, Mantan Kepala Dinas Perikana Kabupaten Bombana tersebut engungkapkan bahwa Setiap kebun dikelola oleh tiga orang yang ditugaskan langsung oleh OPD, dan dibina oleh kelompok tani hortikultura yang telah ada di lokasi. Jika tidak ada kelompok tani, OPD wajib membentuk kelompok masyarakat baru yang disahkan oleh kepala desa setempat.
Syarif sapaan akrab nya mengungkapkan bahwa Dinas pertanian Tim pendamping teknis di lapangan selain itu , juga akan terlibat langsung di lapangan untuk memastikan keberhasilan budidaya dan keberlanjutan program. Dengan keterlibatan lintas sektor ini, pemerintah berharap kebun OPD bukan hanya sebagai bentuk kontribusi instansi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat desa.
penulis : egy
Editor : redaksi rakyatnews.id















