Aliansi Pemuda Laporkan Praktik Setoran Dana BOS, Kejari Gerak Cepat

- Penulis

Thursday, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, Rakyatnews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana resmi menerima laporan dugaan praktik setoran Dana BOS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bombana. Laporan Pro Justitia diserahkan Aliansi Pemuda Pemerhati Pendidikan Bombana, Kamis (20/11/2025), lengkap dengan bukti awal berupa rekaman percakapan, bukti transfer, dan testimoni kepala sekolah.

Kasi Intelijen Kejari Bombana, Aan Riyanto Latama, menegaskan laporan ini menjadi dasar pendalaman hukum. “Ini menjadi dasar kami melakukan tindakan hukum berupa klarifikasi dan lain sebagainya. Kami selalu mengedepankan objektivitas, profesionalitas, dan integritas,” ujarnya.

Laporan tersebut menyoroti dugaan aliran dana Rp12 juta melalui rekening pribadi perempuan berinisial M.R., yang bukan ASN dan bukan bagian dari Dikbud Bombana. Seorang pejabat dinas berinisial E, Plt. Kabid GTK, disebut mengarahkan setoran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejari menyatakan akan memeriksa semua pihak terkait, termasuk pemilik rekening dan kepala sekolah yang disebut dalam laporan. “Ketika proses administrasi selesai dan Sprint terbit, pasti akan dilakukan pemanggilan,” kata Aan. Kejari juga memastikan perlindungan bagi kepala sekolah yang menjadi saksi.

Bukti awal yang masuk dianggap signifikan, namun Kejari menegaskan perlunya pemeriksaan mendalam sebelum menyimpulkan skala kasus. Dugaan praktik ini, jika terbukti, berpotensi merugikan publik karena Dana BOS adalah anggaran untuk operasional dan kebutuhan belajar siswa.

Aliansi Pemuda menyebut dugaan pelanggaran meliputi gratifikasi, pemerasan, penyalahgunaan wewenang, dan potensi tindak pidana lain sesuai KUHP dan UU Administrasi Pemerintahan. Beberapa kepala sekolah secara tertutup mengaku takut dipersulit jika menolak permintaan yang diduga berasal dari pejabat dinas, menunjukkan adanya dugaan tekanan struktural.

Kejari Bombana kini memulai tahap telaah laporan dan persiapan pemanggilan pihak terkait. Publik dan pihak sekolah menunggu langkah selanjutnya: apakah kasus ini hanya salah paham administrasi, atau bagian dari dugaan praktik sistemik di lingkungan Dikbud Bombana.

Penulis     :    Fd

Editor        :   Redaksi  Rakyatnews.id

Berita Terkait

Kursi Sekda Bombana Kian Dekat, Empat Kandidat Uji Kapasitas dan Kepemimpinan
BUMD Melesat, Bupati Bombana Digganjar Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional
Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Entry Meeting Digelar, Bombana Optimistis Pertahankan Opini WTP
Optimalkan PKH, Dinsos Bombana Matangkan Verifikasi Komitmen KPM
Wabup Bombana Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sultra
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 14 April 2026 - 13:57 WITA

Kursi Sekda Bombana Kian Dekat, Empat Kandidat Uji Kapasitas dan Kepemimpinan

Monday, 13 April 2026 - 22:29 WITA

BUMD Melesat, Bupati Bombana Digganjar Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional

Thursday, 2 April 2026 - 15:42 WITA

Entry Meeting Digelar, Bombana Optimistis Pertahankan Opini WTP

Wednesday, 1 April 2026 - 15:36 WITA

Wednesday, 1 April 2026 - 15:27 WITA

Optimalkan PKH, Dinsos Bombana Matangkan Verifikasi Komitmen KPM

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA