Bomban,Rakyatnews.id – Fariead Arasy Ahmadinejad Arham tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat namanya muncul dalam daftar kelulusan Program Madrasah Goes Abroad 2025. Dari ratusan peserta terbaik yang berasal dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) seluruh Indonesia, hanya 100 orang yang terpilih. Fariead adalah salah satunya—bahkan satu dari dua perwakilan Sulawesi Tenggara.
“Rasanya campur aduk. Senang, bangga, tapi juga makin sadar bahwa perjuangan saya baru dimulai,” kata Fariead dengan mata berbinar saat dihubungi usai pengumuman resmi dirilis.
Putra sulung Pasangan Muh Arham .S.T.h,i dan Sutinawaty, S. Farm., Apt mengungkapkan bahwa Program Madrasah Goes Abroad (MGA) 2025 merupakan program strategis yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: menyiapkan siswa madrasah untuk studi lanjut ke kampus-kampus bergengsi dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Remaja yang saat ini menginjak usia 17 tahun bercerita panjang lebar bawa untuk berada di titik ini tentu banyak proses yang kami lewati salah satunya tahapan Seleksi ” program ini tak mudah” Para peserta harus melalui serangkaian tahap mulai dari seleksi administrasi, skor TOEFL bahasa Inggris, hingga wawancara intensif. Hanya mereka yang memenuhi semua kriteria dengan nilai terbaik yang dinyatakan lulus.
”Untuk berada di titik ini,Tentu doa dan dukungan Teman teman terlebih kedua orang tua saya yakni Muh Arham dan ibu saya Sutinawaty yang tak mengenal lelah memberi saya motivasi,terimaksi tak terhinnga kepada kedua orang tuaku yang tak pernah lelah mendukung saya dengan penuh didikasi dan kesabaran,, ujar Fariead Arasy Ahmadinejad Arham
Ahirnya dengan penuh didikasi,Kerja keras dan kemauan tak mengenal lelah penatian itu terjawab . Nama Fariead tercantum dalam Surat Dirjen Pendidikan Islam Nomor: B-125/Dt.I.I/HM.01/08/2025 tertanggal 4 Agustus 2025, ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Nyayu Khadijah.
Dengan raut berseri bercampur bagahagia, Setelah dinyatakan lulus Fariead. Sapaan akrab nya menjelaskan Bahwa siswa MGA yang telah di nyataka lulus akan menjalani pelatihan intensif selama dua minggu atau 360 jam pelajaran. Untuk memudahkan siswa dalam proses belajar peserta kemudian akan dikelompokkan berdasarkan negara tujuan—seperti Amerika, Australia, Asia, atau Timur Tengah,Untuk mendapat bimbingan lanjutan. Tujuan akhirnya adalah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari universitas luar negeri.
Program ini, lanjut, Fariead. Peserta tak hanya belajar meningkatkan kemampuan akademik dan bahasa, tetapi juga diasah dalam hal mental, adaptasi budaya, hingga kesiapan menghadapi tantangan global.
Sementara itu,Perwakilan Kementerian Agama mengungkapkan bahwa MGA adalah salah satu upaya untuk membuktikan bahwa siswa madrasah bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga bisa bersaing di kancah internasional.
Bagi Fariead, pencapaian ini bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk mewujudkan mimpinya belajar di luar negeri dan kembali dengan ilmu yang bisa membangun daerah asalnya, Bombana.
“Saya ingin belajar sejauh mungkin, lalu pulang untuk membagikan apa yang saya dapat,” ujarnya mantap.
Penulis : Egy
Redaksi : Rakyatnews.id















