Warga Gerah,Proyek By pass Bombana Timbulkan Debu Tampa Penyiraman Jalan

- Penulis

Thursday, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, Rakyatnews.id — Aktivitas proyek penimbunan By Pass di Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar Tadoha Mappacing.Sejak beberapa waktu terakhir, warga mengeluhkan debu tebal yang mengepul di sepanjang jalan poros akibat kendaraan pengangkut material proyek yang melintas tanpa dilakukan penyiraman jalan.

Warga menilai pelaksana proyek tidak memperhatikan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar. Aktivitas pengangkutan material berlangsung sejak pagi hingga malam hari, melewati jalur umum yang juga digunakan masyarakat setempat. Kondisi tersebut menyebabkan udara di sekitar permukiman menjadi kotor dan tidak sehat untuk dihirup.

“Kami hanya ingin hidup nyaman tanpa disuguhi debu setiap hari. Anak-anak kami juga menghirup udara ini, tentu berisiko bagi kesehatan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.kamis 13 November 2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya telah berinisiatif melakukan penyiraman jalan secara mandiri di depan rumah masing-masing karena tidak tahan dengan debu yang berterbangan setiap kali truk melintas. Namun, upaya itu tidak banyak membantu, sebab lalu lintas kendaraan proyek sangat padat setiap harinya.

Warga lainnya mengungkapkan bahwa pihak kontraktor seharusnya lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar proyek. “Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi abaikan kesehatan masyarakat. Minimal lakukan penyiraman secara rutin, jangan hanya di sekitar lokasi proyek saja,” ujarnya.

Menurut warga, penyiraman jalan sejauh ini hanya dilakukan sesekali dan tidak mencakup ruas jalan poros yang menjadi jalur utama truk pengangkut material. Akibatnya, debu terus beterbangan hingga memasuki rumah-rumah penduduk.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat menegur pihak pelaksana proyek agar segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan dampak debu, termasuk dengan melakukan penyiraman secara berkala di seluruh jalur yang dilalui kendaraan proyek.

Masyarakat Tadoha Mappacing hanya ingin proyek pembangunan berjalan tanpa harus mengorbankan kesehatan warga. Mereka berharap suara protes ini menjadi perhatian serius bagi pihak pelaksana dan pemerintah daerah agar kenyamanan dan kesehatan warga tetap terjaga.

 

Penulis     :   ef

Editor       : Redaksi Rakyatnews.id

Berita Terkait

BUMD Melesat, Bupati Bombana Digganjar Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional
Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Optimalkan PKH, Dinsos Bombana Matangkan Verifikasi Komitmen KPM
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 13 April 2026 - 22:29 WITA

BUMD Melesat, Bupati Bombana Digganjar Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional

Wednesday, 1 April 2026 - 15:27 WITA

Optimalkan PKH, Dinsos Bombana Matangkan Verifikasi Komitmen KPM

Wednesday, 1 April 2026 - 01:52 WITA

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 12:29 WITA

Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA