Bombana, Rakyatnews.id — Aktivitas proyek penimbunan By Pass di Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar Tadoha Mappacing.Sejak beberapa waktu terakhir, warga mengeluhkan debu tebal yang mengepul di sepanjang jalan poros akibat kendaraan pengangkut material proyek yang melintas tanpa dilakukan penyiraman jalan.
Warga menilai pelaksana proyek tidak memperhatikan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar. Aktivitas pengangkutan material berlangsung sejak pagi hingga malam hari, melewati jalur umum yang juga digunakan masyarakat setempat. Kondisi tersebut menyebabkan udara di sekitar permukiman menjadi kotor dan tidak sehat untuk dihirup.
“Kami hanya ingin hidup nyaman tanpa disuguhi debu setiap hari. Anak-anak kami juga menghirup udara ini, tentu berisiko bagi kesehatan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.kamis 13 November 2025
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya telah berinisiatif melakukan penyiraman jalan secara mandiri di depan rumah masing-masing karena tidak tahan dengan debu yang berterbangan setiap kali truk melintas. Namun, upaya itu tidak banyak membantu, sebab lalu lintas kendaraan proyek sangat padat setiap harinya.
Warga lainnya mengungkapkan bahwa pihak kontraktor seharusnya lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar proyek. “Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi abaikan kesehatan masyarakat. Minimal lakukan penyiraman secara rutin, jangan hanya di sekitar lokasi proyek saja,” ujarnya.
Menurut warga, penyiraman jalan sejauh ini hanya dilakukan sesekali dan tidak mencakup ruas jalan poros yang menjadi jalur utama truk pengangkut material. Akibatnya, debu terus beterbangan hingga memasuki rumah-rumah penduduk.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat menegur pihak pelaksana proyek agar segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan dampak debu, termasuk dengan melakukan penyiraman secara berkala di seluruh jalur yang dilalui kendaraan proyek.
Masyarakat Tadoha Mappacing hanya ingin proyek pembangunan berjalan tanpa harus mengorbankan kesehatan warga. Mereka berharap suara protes ini menjadi perhatian serius bagi pihak pelaksana dan pemerintah daerah agar kenyamanan dan kesehatan warga tetap terjaga.
Penulis : ef
Editor : Redaksi Rakyatnews.id















