Puluhan Penumpang Terlantar, KMP Oputa Yi Koo Ubah Rute Tanpa Pemberitahuan

- Penulis

Sunday, 6 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMBANA, Rakyatnews.id– Minggu pagi yang mestinya menjadi awal perjalanan bagi puluhan warga Bombana menuju Muna Barat, justru berubah menjadi kekecewaan. Mereka terlantar di Pelabuhan Kasipute, Kecamatan Rumbia, tanpa kejelasan keberangkatan setelah KMP Oputa Yi Koo tiba-tiba mengubah rute pelayaran.

Sejak pukul 09.00 Wita, para penumpang telah bersiap dan membawa barang untuk menyeberang ke Pelabuhan Tondasi, Kabupaten Muna Barat. Namun tanpa pengumuman resmi, kapal justru bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Pising, Kecamatan Kabaena.

Rahmat , salah satu calon penumpang yang terdampak, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. “Kami sudah beli tiket dan menunggu sejak pagi. Tapi kapal malah ke Pising. Tidak ada satu pun dari pihak kapal memberi tahu. Kami merasa ditelantarkan,”ujarnya .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya tindakan sepihak yang di lakukan  operator kapal, PT Dharma Dwipa Utama, dinilai lalai dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Beberapa penumpang bahkan sempat mencari ke kantor operator, namun tidak mendapatkan keterangan apapun.

Menanggapi keluhan penumpang tersebut yang telah di jadwalkan yakni rute kasipute – Tondasi  Kepala Pelabuhan Rumbia, Fadli, menjelaskan bahwa perubahan rute dilakukan karena pada hari sebelumnya kapal tidak dapat mengangkut penumpang ke Pising akibat kerusakan mesin

. “Baru pagi ini kapal bisa beroperasi, jadi diarahkan ke Pising lebih dulu untuk layani penumpang yang tertunda,” jelas Fadli saat dikonfirmasi

Namun, Fadli juga mengakui bahwa keputusan pengalihan rute tersebut sepenuhnya berada di bawah wewenang pihak operator kapal. “Kami di pelabuhan hanya mengatur teknis keberangkatan. Soal kebijakan rute, silakan langsung ke PT Dharma,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Dharma Dwipa Utama belum memberikan pernyataan resmi. Awak media telah mendatangi kantor perusahaan di Bombana dan mencoba menghubungi nomor layanan, namun belum ada tanggapan.

Kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama karena wilayah-wilayah seperti Bombana dan Muna Barat sangat bergantung pada transportasi laut. Bagi masyarakat, kapal penyeberangan bukan sekadar moda transportasi, tapi urat nadi ekonomi dan sosial.

Sejumlah warga mendesak pemerintah daerah dan otoritas terkait agar segera mengevaluasi kinerja operator kapal dan memperkuat regulasi layanan transportasi laut. Mereka berharap tidak ada lagi kejadian penelantaran seperti ini, yang merugikan masyarakat kecil sebagai pengguna utama layanan publik.

 

 

 

 

Penulis  :   egy

Editor    : Redaksi  Rakyatnews.id

Berita Terkait

Seleksi Sekda Bombana 2026 Berlanjut, Ini Daftar Peserta yang Lolos Tahap Awal
Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban
Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD
Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027
Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena
Kunjungi Kabaena, Bupati Bombana Pastikan Aset Daerah Tertib dan Infrastruktur Tepat Sasaran
Kunker di Kabaena, Bupati Pastikan Pembangunan Tak Lagi Terpusat di Daratan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 1 April 2026 - 01:52 WITA

Tuesday, 31 March 2026 - 16:26 WITA

Tambang Ilegal Ancam Lingkungan, Wabup Bombana Pimpin Langkah Penertiban

Tuesday, 31 March 2026 - 12:29 WITA

Realisasi APBD 2025 Capai 90 Persen, Bupati Bombana Sampaikan LKPJ di DPRD

Tuesday, 31 March 2026 - 01:05 WITA

Musrenbang RKPD 2026 Dibuka, Bupati Bombana Tekankan Arah Pembangunan 2027

Thursday, 26 March 2026 - 04:19 WITA

Serius Benahi Kepulauan, Bupati Bombana Tinjau Infrastruktur Strategis di Kabaena

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA