GAUL Hadir di Poleang Selatan, Warga Antusias Sambut Pangan Murah Jelang Idul Adha

- Penulis

Wednesday, 4 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana menggelar Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) di Kecamatan Poleang Selatan untuk menekan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Poleang Selatan pada Selasa, 3 Juni 2025.

Dalam suasana menjelang hari besar keagamaan nasional, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali hadir di tengah masyarakat untuk menjawab tantangan ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Program GAUL kali ini menyasar Kecamatan Poleang Selatan sebagai salah satu wilayah prioritas stabilisasi harga dan distribusi pangan murah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Binnuraeni AS, S.E., S.Pd., membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin akses pangan bagi seluruh masyarakat, terlebih saat momen keagamaan yang biasanya diikuti dengan lonjakan harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui GAUL, kami hadir lebih dekat ke masyarakat. Tujuannya sederhana, tapi sangat penting: menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. Ini adalah langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Adha,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.

Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi sejak pagi. Warga dari berbagai desa di sekitar Poleang Selatan berdatangan untuk mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga daging ayam segar. Semua komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, bekerja sama dengan pelaku usaha lokal, distributor pangan, dan Perum Bulog.

“Ini sangat membantu kami. Harga beras dan minyak di pasar sedang naik, tapi di sini jauh lebih murah. Apalagi mau Idul Adha, kebutuhan makin banyak,” ujar Aminah, warga Desa Lare-lare yang datang bersama keluarganya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang diinisiasi pemerintah pusat dan diimplementasikan secara aktif oleh pemerintah daerah. Dinas Ketahanan Pangan Bombana berkomitmen melanjutkan kegiatan GAUL ke kecamatan lainnya demi memastikan pemerataan akses pangan murah di seluruh wilayah kabupaten.

Menurut Binnuraeni, GAUL bukan hanya soal harga, tetapi juga tentang membangun rasa aman di tengah masyarakat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah hadir. Tidak hanya mengatur dari balik meja, tapi langsung turun membawa solusi yang nyata,” tegasnya.

Selain menjadi bagian dari pengendalian inflasi, program GAUL juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha lokal dan meningkatkan sinergi lintas sektor antara pemerintah, distributor, dan masyarakat. Binnuraeni menambahkan, kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan.

“Ini bukan kegiatan sesaat. Kami akan terus bergerak, karena pangan adalah hak dasar masyarakat dan tanggung jawab bersama,” katanya menutup sambutan.

Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) akan terus dilaksanakan di berbagai kecamatan di Bombana hingga menjelang Idul Adha, bahkan direncanakan berlanjut sebagai program rutin. Pemerintah berharap kehadiran GAUL bisa meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, dan menciptakan keadilan pangan di daerah.

Berita Terkait

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir
Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI
Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025
Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak
Identifikasi Lokasi Plasma PT SSM Dimulai, Pemerintah dan Warga Libatkan Komunikasi Aktif
Disdukcapil dan BKPSDM Bombana Perpanjang Kerja Sama Data Kependudukan
Pelatihan Juleha Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih di Bombana
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 30 June 2025 - 18:43 WITA

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir

Sunday, 22 June 2025 - 14:59 WITA

Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI

Sunday, 22 June 2025 - 06:23 WITA

Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Saturday, 21 June 2025 - 16:05 WITA

Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025

Friday, 20 June 2025 - 18:01 WITA

Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA