Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak

- Penulis

Friday, 20 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana,RakyatNews.Id – Para peternak di Kabupaten Bombana kini punya alasan untuk optimis. Pemerintah daerah mengucurkan anggaran sebesar Rp4,99 miliar untuk pengadaan bibit ternak, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi harga daging dan telur.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi harapan baru buat peternak kecil seperti kami,” kata Rasyid, ketua kelompok ternak ayam petelur di Bombana Barat, Kamis (tanggal sesuaikan).

Dinas Pertanian mencatat, dana dari APBD ini akan digunakan untuk pengadaan lima jenis ternak: ayam petelur (Rp2,49 miliar), sapi (Rp1,42 miliar), kambing (Rp638 juta), kerbau (Rp225 juta), dan itik petelur (Rp200 juta). Sebanyak 24 proposal dari kelompok ternak telah lolos proses verifikasi dan validasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap penerima akan menandatangani fakta integritas agar bantuan dikelola dengan serius,” kata Anton Weda, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Bombana.

Anton menambahkan, pihaknya juga akan memberikan pendampingan dan layanan kesehatan hewan kepada penerima bantuan. Hal ini dilakukan agar program tidak sekadar jadi stimulan, tapi benar-benar mendorong kemandirian kelompok.

“Kami ingin mereka tetap berjalan meski bantuan selesai. Itu yang utama,” ujarnya.

Bagi warga seperti Rasyid, yang sempat kehilangan ternak akibat wabah penyakit tahun lalu, program ini jadi titik balik.

“Kalau bukan karena ini, usaha saya mungkin sudah tutup,” katanya.

Proses pengadaan kini memasuki tahap finalisasi dokumen dan akan segera dilanjutkan ke distribusi

Berita Terkait

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir
Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI
Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025
Identifikasi Lokasi Plasma PT SSM Dimulai, Pemerintah dan Warga Libatkan Komunikasi Aktif
Disdukcapil dan BKPSDM Bombana Perpanjang Kerja Sama Data Kependudukan
GAUL Hadir di Poleang Selatan, Warga Antusias Sambut Pangan Murah Jelang Idul Adha
Pelatihan Juleha Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih di Bombana
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 30 June 2025 - 18:43 WITA

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir

Sunday, 22 June 2025 - 14:59 WITA

Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI

Sunday, 22 June 2025 - 06:23 WITA

Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Saturday, 21 June 2025 - 16:05 WITA

Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025

Friday, 20 June 2025 - 18:01 WITA

Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA