Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir

- Penulis

Monday, 30 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melaksanakan aksi penanaman mangrove di area sekitar Kantor Kejaksaan Bombana, Kamis, 29 Mei 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Turut hadir dalam kegiatan ini Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. H. Sunandar, M.M.Kes, dan Ibu Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan, Hj. Surisma Sunandar, M.A.P. Kolaborasi lintas unsur pemerintahan ini memperlihatkan keseriusan daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang kian kompleks.

“Kita tidak bisa menunggu. Penanaman mangrove ini adalah bentuk aksi nyata dari pemerintah daerah untuk menyelamatkan garis pantai dan melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Bupati Burhanuddin saat memberikan sambutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa mangrove memiliki banyak manfaat strategis, mulai dari menjaga ekosistem laut, menyerap emisi karbon, hingga menjadi pelindung alami dari gelombang pasang. Selain itu, mangrove juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir melalui keberadaan ikan, udang, serta biota laut lainnya yang hidup dan berkembang di kawasan hutan mangrove.

“Ini bukan hanya urusan lingkungan. Ini adalah tentang keberlanjutan hidup generasi kita ke depan. Mangrove adalah benteng alami kita yang harus dijaga bersama,” tegas Burhanuddin.

Ketua TP-PKK Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kerja PKK dalam bidang pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“PKK tidak hanya fokus pada pemberdayaan perempuan, tetapi juga aktif dalam isu lingkungan karena kita sadar, lingkungan yang sehat adalah fondasi dari keluarga yang sejahtera,” ujarnya.

Fatmawati juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat menginspirasi masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk terlibat langsung dalam aksi lingkungan. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil yang ditumbuhkan sejak dini.

“Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Alam memberi kehidupan, sudah seharusnya kita membalasnya dengan kepedulian,” tuturnya.

Penanaman mangrove di Bombana ini juga menjadi contoh kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam menjawab tantangan global yang nyata—yakni perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Kegiatan ini dilaksanakan di area pesisir yang dianggap rawan abrasi dan penurunan kualitas ekosistem. Lokasi ini dipilih secara strategis untuk memastikan dampak lingkungan yang positif serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga pesisir.

Bupati Burhanuddin berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi berlanjut sebagai gerakan masif di seluruh wilayah pesisir Bombana.

“Kita ingin membangun budaya baru, budaya menjaga dan merawat alam. Ini bukan pekerjaan satu hari, tapi pekerjaan lintas generasi,” katanya mengakhiri.

Dengan dukungan berbagai pihak, gerakan tanam mangrove ini menjadi salah satu langkah strategis menuju Kabupaten Bombana yang ramah lingkungan dan tangguh terhadap dampak perubahan iklim.

Berita Terkait

Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI
Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025
Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak
Identifikasi Lokasi Plasma PT SSM Dimulai, Pemerintah dan Warga Libatkan Komunikasi Aktif
Disdukcapil dan BKPSDM Bombana Perpanjang Kerja Sama Data Kependudukan
GAUL Hadir di Poleang Selatan, Warga Antusias Sambut Pangan Murah Jelang Idul Adha
Pelatihan Juleha Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih di Bombana
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 30 June 2025 - 18:43 WITA

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir

Sunday, 22 June 2025 - 14:59 WITA

Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI

Sunday, 22 June 2025 - 06:23 WITA

Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Saturday, 21 June 2025 - 16:05 WITA

Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025

Friday, 20 June 2025 - 18:01 WITA

Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA