Festival Budaya dan Kemah Bakti Pramuka Warnai 100 Hari Kerja Bupati Bombana

- Penulis

Monday, 2 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bombana, rakyatnews.id – Festival Budaya dan Kemah Bakti Pramuka digelar meriah di Alun-alun Kasipute, Kabupaten Bombana, Jumat, 30 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam program 100 hari kerja Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang menekankan penguatan nilai budaya dan pembentukan karakter generasi muda.

Ratusan peserta dari berbagai kecamatan turut ambil bagian dalam kemah bakti ini, terdiri dari siswa-siswi tingkat SD, SMP, hingga SMA, bersama perwakilan dari sejumlah instansi pemerintahan. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan, menyatukan lintas generasi dalam suasana yang hangat dan inspiratif.

Festival budaya tersebut menampilkan ragam seni tradisional khas Bombana, termasuk tarian kolosal gabungan pelajar serta dua prosesi adat utama: Tolea dan Mewosoi. Kedua prosesi ini tak sekadar ditampilkan, tetapi turut diikuti langsung oleh Bupati Bombana, memberikan kesan emosional yang kuat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertunjukan tarian tradisional ini menjadi bagian penting dan sulit untuk dilupakan. Ini menunjukkan betapa berharganya warisan budaya kita,” ujar Bupati Burhanuddin di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Lebih dari sekadar perhelatan budaya, kegiatan kemah bakti juga disebut sebagai sarana strategis dalam membangun karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan ditanamkan melalui aktivitas perkemahan yang berlangsung selama beberapa hari.

“Kita harapkan para peserta mendapatkan pengalaman luar biasa dari kegiatan ini, baik dari sisi persaudaraan, pembentukan karakter, maupun disiplin,” kata Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa kemah bakti bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan upaya nyata menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak dan remaja Bombana. Menurutnya, pelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter.

“Penguatan budaya adalah bagian penting dari upaya kita membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan kegiatan ini, kita ingin masyarakat Bombana makin mencintai dan menjaga warisan budaya leluhur,” tegas Burhanuddin.

Di hadapan para pemuda dan pelajar yang hadir, Burhanuddin juga menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya berkarya dan terus menjaga identitas daerah.

“Pemuda harus terus bergerak, berkarya, dan melestarikan budaya lokal agar tidak hilang di masa depan,” ujarnya.

Selain menguatkan nilai kebudayaan, kegiatan ini juga dinilai menjadi sarana efektif mempererat hubungan antar lembaga dan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta masyarakat menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat semangat kebangsaan.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ini ditutup dengan pertunjukan seni budaya yang menampilkan kreasi-kreasi lokal dari berbagai sekolah. Warga terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan pada budaya masih mengakar kuat di tengah masyarakat Bombana.

Bupati Burhanuddin menutup sambutannya dengan harapan besar agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu momentum saja, melainkan menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kecintaan kita pada budaya di Kabupaten Bombana,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir
Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI
Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025
Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak
Identifikasi Lokasi Plasma PT SSM Dimulai, Pemerintah dan Warga Libatkan Komunikasi Aktif
Disdukcapil dan BKPSDM Bombana Perpanjang Kerja Sama Data Kependudukan
GAUL Hadir di Poleang Selatan, Warga Antusias Sambut Pangan Murah Jelang Idul Adha
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 30 June 2025 - 18:43 WITA

Bupati Bombana Tanam Mangrove, Tegaskan Komitmen Lindungi Pesisir

Sunday, 22 June 2025 - 14:59 WITA

Dedikasi Bidan dan DPPKB Bombana Berbuah Prestasi di Hari IBI

Sunday, 22 June 2025 - 06:23 WITA

Identifikasi Lahan Plasma PT SSM, Tim Gabungan Turun ke Tiga Desa di Bombana BOMBANA – Tim gabungan dari Dinas Pertanian Bombana bersama BPN, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi lahan plasma PT. Sari Sultra Mandiri (SSM), Kamis (19/6/2025). Proses identifikasi dilakukan di tiga desa di Kecamatan Matausu, yaitu Desa Morengke, Lamuru, dan Wia-wia. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan legalisasi dan penataan lahan untuk program kemitraan antara perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk memastikan lokasi plasma tidak menimbulkan konflik dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan warga,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bombana, M. Aewin, S.Hut., M.P. Tim lapangan terdiri dari perwakilan BPN Bombana Daud Panji Permana, Camat Matausu Rimbu, S.P., serta Kapolsek Lantari Jaya KP HP Tinaorima. Mereka juga didampingi aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat. Selain memetakan batas dan lokasi lahan, tim juga meninjau kondisi topografi, akses jalan, hingga kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana tata ruang wilayah. Identifikasi dilakukan untuk mencegah tumpang tindih kepemilikan dan memperkuat legalitas lahan plasma. “Tujuan utama kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ujar Camat Matausu, Rimbu. Program plasma ini merupakan skema kemitraan yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lahan perkebunan yang idikelola perusahaan, dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Saturday, 21 June 2025 - 16:05 WITA

Pemkab Bombana Ambil Bagian dalam Pawai Ta’aruf STQH Sultra 2025

Friday, 20 June 2025 - 18:01 WITA

Harapan baru Peternak Bombana .Rp 4,99 M untuk bibit ternak

Berita Terbaru

Dinas lingkungan hidup

PT Almhariq Buka Suara Soal Longsor Kabaena, Tegaskan Faktor Alam Dominan

Sunday, 12 Apr 2026 - 10:29 WITA