Bombana, rakyatnews.id – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi mengukuhkan kepengurusan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) periode 2025–2030. Acara ini berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Jumat (30/5/2025), dan menjadi bagian penting dari agenda 100 hari kerja Bupati Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, M.Si.
Sedikitnya 90 anggota dari dua organisasi yang berperan strategis di sektor pertanian dan perikanan itu resmi dikukuhkan langsung oleh Bupati Bombana. Dalam prosesi tersebut, Ir. Burhanuddin juga memimpin pengambilan sumpah jabatan para pengurus.
Turut hadir dalam acara ini Ibu Bupati Bombana serta Ketua Badan Musyawarah Rakyat dan Pemerintahan (BMRP) Provinsi Sulawesi Tenggara, memperkuat kesan kebersamaan dan dukungan lintas pihak terhadap penguatan sektor pertanian dan perikanan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan KTNA dan PERHIPTANI merupakan langkah strategis pemerintah daerah yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.
“Pembentukan kepengurusan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja kami, yang juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global,” kata Burhanuddin.
Ia menekankan bahwa keberadaan KTNA dan PERHIPTANI tidak hanya penting sebagai wadah organisasi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dan pemerintah daerah dalam memajukan sektor agrikultur.
“Saya berharap agar Bombana mampu memiliki daya saing berbasis agrotkulturalisasi. Daerah ini harus bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kerja kolaboratif antar semua pelaku di lapangan. Ia menyebutkan bahwa penyuluh, petani, dan nelayan harus bisa bersinergi agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya mengimbau kepada para penyuluh pertanian, KTNA, dan PERHIPTANI agar dapat saling bekerja sama, turun langsung ke lapangan, dan bersama-sama mendorong kemajuan sumber daya alam. Keberhasilan pembangunan daerah sangat tergantung pada bagaimana kita semua bisa bekerja secara kolaboratif,” tambahnya.
Acara pengukuhan ini juga menjadi momentum penguatan solidaritas para pelaku utama sektor pertanian dan perikanan. Pemerintah Kabupaten Bombana memandang dua sektor ini sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi daerah yang akan terus diperkuat lewat program-program inovatif, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, beberapa perwakilan pengurus KTNA dan PERHIPTANI menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh visi Bupati dalam membangun pertanian dan perikanan yang modern dan berkelanjutan.
“Kami siap bersinergi dan mendukung program pemerintah daerah. Penguatan kapasitas petani dan nelayan akan menjadi prioritas kami ke depan,” ujar salah satu pengurus KTNA yang baru dikukuhkan.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, diharapkan KTNA dan PERHIPTANI dapat menjadi ujung tombak pembangunan pertanian dan perikanan yang lebih mandiri, produktif, dan inovatif. Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada peran strategis organisasi ini untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Bombana.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog interaktif antara Bupati, pengurus KTNA dan PERHIPTANI, serta para penyuluh pertanian yang hadir. Momen ini menjadi simbol awal dari babak baru kerja kolektif membangun sektor agrikultur Bombana yang lebih tangguh.















